Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
376 image

NOMOR PANGGIL:

IS-12873

ADMINISTRASI PUBLIK: Desentralisasi, Kelembagaan, dan Aparatur Sipil Negara

Pengarang:   DWIYANTO AGUS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-968-4
Nomor Panggil:   IS-12873
Kode Klasifikasi:   350 DWI A
Format:   XIV + 169; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Sudah lama penulis ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran tentang berbagai isu strategis dalam mendorong reformasi di sektor publik. Pengalaman melakukan kegiatan konsultasi di berbagai lembaga donor untuk membantu pemerintah dalam mendorong reformasi sektor publik memberi akses yang besar kepada penulis untuk melakukan riset terkait dengan pembagian urusan pemerintah, standar pelayanan minimal, dan reformasi aparatur sipil negara di daerah. Sebagian bab yang ada di dalam buku ini adalah policy paper yang ditulis untuk pemerintah dan lembaga donor untuk mendorong percepatan reformasi sektor publik terutama terkait dengan pembaruan desentralisasi dan praktik governance di daerah. Publikasi buku ini diharapkan dapat memperluas gagasan dan pemikiran tentang reformasi sektor publik untuk memastikan desentralisasi membawa manfaat bagi masyarakat di daerah. Buku ini diharapkan mampu memberi inspirasi kepada semua pihak terutama para akademisi, mahasiswa, dan administrator publik tentang betapa banyaknya isu kebijakan, tantangan yang dihadapi, dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mempercepat reformasi administrasi publik. Indonesia segera memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kemampuan bangsa untuk menghadapi era tersebut sangat ditentukan oleh pembaruan sektor publik yang dilakukan. Jika reformasi sektor publik dapat dilakukan secara efektif, kita mungkin bisa lebih percaya diri untuk memanfaatkan MEA demi kesejahteraan rakyat.

TERSEDIA
377 image

NOMOR PANGGIL:

IS-12874

ADMINISTRASI PUBLIK: Desentralisasi, Kelembagaan, dan Aparatur Sipil Negara

Pengarang:   DWIYANTO AGUS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-968-4
Nomor Panggil:   IS-12874
Kode Klasifikasi:   350 DWI A
Format:   XIV + 169; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Sudah lama penulis ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran tentang berbagai isu strategis dalam mendorong reformasi di sektor publik. Pengalaman melakukan kegiatan konsultasi di berbagai lembaga donor untuk membantu pemerintah dalam mendorong reformasi sektor publik memberi akses yang besar kepada penulis untuk melakukan riset terkait dengan pembagian urusan pemerintah, standar pelayanan minimal, dan reformasi aparatur sipil negara di daerah. Sebagian bab yang ada di dalam buku ini adalah policy paper yang ditulis untuk pemerintah dan lembaga donor untuk mendorong percepatan reformasi sektor publik terutama terkait dengan pembaruan desentralisasi dan praktik governance di daerah. Publikasi buku ini diharapkan dapat memperluas gagasan dan pemikiran tentang reformasi sektor publik untuk memastikan desentralisasi membawa manfaat bagi masyarakat di daerah. Buku ini diharapkan mampu memberi inspirasi kepada semua pihak terutama para akademisi, mahasiswa, dan administrator publik tentang betapa banyaknya isu kebijakan, tantangan yang dihadapi, dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mempercepat reformasi administrasi publik. Indonesia segera memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kemampuan bangsa untuk menghadapi era tersebut sangat ditentukan oleh pembaruan sektor publik yang dilakukan. Jika reformasi sektor publik dapat dilakukan secara efektif, kita mungkin bisa lebih percaya diri untuk memanfaatkan MEA demi kesejahteraan rakyat.

TERSEDIA
378 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7285

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7285
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

KHUSUS DIBACA
379 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7286

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7286
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
380 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7287

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7287
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
381 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7288

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7288
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
382 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7289

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7289
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
383 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8337

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8337
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

KHUSUS DIBACA
384 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8338

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8338
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
385 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8339

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8339
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
386 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8340

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8340
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
387 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8341

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8341
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
388 image

NOMOR PANGGIL:

TT-9343

ADVANCED ENGINEERING ECONOMICS

Pengarang:   PARK CHAN,   SHARP-BETTE GUNTER,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-471-79989-0
Nomor Panggil:   TT-9343
Kode Klasifikasi:   658.15 PAR A
Format:   xxiv + 740 hlm 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 64 600 LB 4
Ringkasan Buku :

Advanced Engineering Economics adalah studi lanjut tentang bagaimana mengambil keputusan ekonomi yang kompleks dalam proyek teknik dan industri, dengan mempertimbangkan faktor waktu, risiko, ketidakpastian, inflasi, depresiasi, dan pajak.

KHUSUS DIBACA
389 image

NOMOR PANGGIL:

AM-3030

ADVANCED ENGINEERING MATHEMATICS

Pengarang:   GREENBERG MICHAEL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-13-790452-5
Nomor Panggil:   AM-3030
Kode Klasifikasi:   510.24 GRE A
Format:   xix + 1324 hlm ; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 38 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Advanced Engineering Mathematics (Matematika Teknik Tingkat Lanjut) adalah bidang matematika terapan yang menggunakan konsep-konsep matematis tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah dunia nyata di bidang teknik, fisika, ilmu komputer, dan sains. Mata kuliah atau subjek ini sangat krusial bagi mahasiswa teknik karena menjembatani teori matematika murni dengan aplikasi praktis seperti analisis struktural, sirkuit elektrik, dinamika fluida, dan pemrosesan sinyal digital.

KHUSUS DIBACA
390 image

NOMOR PANGGIL:

AM-3031

ADVANCED ENGINEERING MATHEMATICS

Pengarang:   GREENBERG MICHAEL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-13-790452-5
Nomor Panggil:   AM-3031
Kode Klasifikasi:   510.24 GRE A
Format:   xix + 1324 hlm ; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 38 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Advanced Engineering Mathematics (Matematika Teknik Tingkat Lanjut) adalah bidang matematika terapan yang menggunakan konsep-konsep matematis tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah dunia nyata di bidang teknik, fisika, ilmu komputer, dan sains. Mata kuliah atau subjek ini sangat krusial bagi mahasiswa teknik karena menjembatani teori matematika murni dengan aplikasi praktis seperti analisis struktural, sirkuit elektrik, dinamika fluida, dan pemrosesan sinyal digital.

TERSEDIA
    Jumlah Record: 30213