Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
331 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7286

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7286
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
332 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7287

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7287
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
333 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7288

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7288
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
334 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7289

ADMINISTRATIVE BEHAVIOR

Pengarang:   SIMON A. HERBERT,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-526-341-2
Nomor Panggil:   IS-7289
Kode Klasifikasi:   350 SIM A
Format:   XXXXXI + 477; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 27 300 LD 5
Ringkasan Buku :

Buku Adminitrative Behavior merupakan disertasi Herbert Simon. Simon menyatakan bahwa dalam membuat keputusan, manusia bersifat rasional. Keputusan dimulai dengan mengidentifikasi alternatif, menentukan konsekuensi setiap alternatif, dan membandingkan kebenaran dan efisiensi setiap konsekuensi. Oleh karena itu kriteria mengukur keputusan terdiri dari kecukupan mencapai tujuan, dan efisiensi hasil yang diperoleh. Rasionalitas membutuhkan pengetahuan yang lengkap terhadap konsekuensi setiap pilihan. Pada kenyataannya, pengetahuan akan konsekuensi terfragmentasi. Karena upaya ini merupakan merencanakan yang terjadi di depan, maka dibutuhkan imajinasi yang kuat untuk menilai. Karena hanya imajinasi, maka penilaian hanya bersifat antisipatif. Rasionalitas juga mensyaratkan satu pilihan dari seluruh alternatif perilaku yang mungkin, tetapi hanya sedikit dari banyak alternatif yang mampu dirumuskan. Situasi inil disebabkan oleh keterbatasan informasi dan pengetahuan. Herbert Simon menyebutnya bounded rationality (rasionalitas terbatas). Karena rasionalitas yang terbatas tersebut, maka perilaku administratif dalam mengambil keputusan adalah menggunakan gambaran sederhana dari situasi yang dihadapi, dan memutuskan berdasarkan faktor-faktor yang paling relevan dan krusial saja. Simon juga mengkritisi prinsip administrasi yang mengatakan efisiensi akan meningkat dengan meningkatnya spesialisasi, hirarki otoritas, dan pembatasan rentang kendali (span of control). Simon mengatakan bahwa implementasi prinsip administrasi harus didasari pada pemahaman kondisi proses adminitratif dalam pembuatan keputusan. Bagaimana caranya perilaku organisasi sesuai dengan perilaku individu? Simon menyarankan agar organisasi mempengaruhi pembuatan keputusan individu. Beberapa cara yang dapat digunakan adalah: otoritas, komunikasi, pelatihan, kriteria efisiensi, serta identifikasi organisasi dan loyalitas. Simon melihat organisasi sebagai sistem dalam keseimbangan (equilibrium). Keseimbangan terjadi antara kontribusi masukan (uang, waktu, upaya) dengan stimulus (inducement) seperti tujuan organisasi, pertumbuhan organisasi, dan upah. Keseimbangan ini dijaga oleh manajemen. Terdapat 3 jenis stimulus yang sesuai untuk 3 jenis interest group, yaitu: tujuan organisasi sesuai untuk konsumen; pertumbuhan dan keuntungan organisasi sesuai untuk enterpreneur; dan terakhir upah atau gaji sesuai untuk karyawan.

TERSEDIA
335 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8337

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8337
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

KHUSUS DIBACA
336 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8338

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8338
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
337 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8339

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8339
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
338 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8340

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8340
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
339 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8341

ADOPSI; Suatu Tinjauan Tiga Sistem Hukum

Pengarang:   ZAINI MUDERIS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8767-13-6
Nomor Panggil:   IS-8341
Kode Klasifikasi:   362. 734 ZAI A
Format:   XIII + 157hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 1
Ringkasan Buku :

Eksistensi adopsi di Indonesia sebagai suartu lembaga hukum masih belum sinkron, sehingga masalah adopsi masih merupakamn problema bagi masyarakat, terutama dalam masalah yang menyangkut ketentuan hukumnya. Adopsi suatu cara untuk mengadakan hubungan antara borang tua dan anak yang diatur dalam pengaturan perundang-undangan.

TERSEDIA
340 image

NOMOR PANGGIL:

TT-9343

ADVANCED ENGINEERING ECONOMICS

Pengarang:   PARK CHAN,   SHARP-BETTE GUNTER,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-471-79989-0
Nomor Panggil:   TT-9343
Kode Klasifikasi:   658.15 PAR A
Format:   xxiv + 740 hlm 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 64 600 LB 4
Ringkasan Buku :

Advanced Engineering Economics adalah studi lanjut tentang bagaimana mengambil keputusan ekonomi yang kompleks dalam proyek teknik dan industri, dengan mempertimbangkan faktor waktu, risiko, ketidakpastian, inflasi, depresiasi, dan pajak.

KHUSUS DIBACA
341 image

NOMOR PANGGIL:

BS- 0602

ADVANCED ENGLISH PRACTICE

Pengarang:   A.B,TEOH JULIE,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   9971-78-388-6
Nomor Panggil:   BS- 0602
Kode Klasifikasi:   420 TEO A
Format:   VII + 183hlm;24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 35 400 LD 4
Ringkasan Buku :

Summary of "Advanced English Practice" by Julie Theoh:

The book covers:

1. Advanced Grammar: Usage of tenses, modal verbs, and complex sentence structures with clear examples.
2. Vocabulary: Increasing retention of new vocabulary with effective techniques and usage in rich contexts.
3. Practical Exercises: Each chapter ends with exercises to test understanding and practical application of the theory learned.

Objective:

- To help readers understand and apply advanced grammar in appropriate contexts.
- To improve communication skills through the use of diverse vocabulary.
- To test readers' understanding through varied practical exercises.

This book can be a valuable resource for those looking to improve their English language skills.

KHUSUS DIBACA
342 image

NOMOR PANGGIL:

BS- 0603

ADVANCED ENGLISH PRACTICE

Pengarang:   A.B,TEOH JULIE,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   9971-78-388-6
Nomor Panggil:   BS- 0603
Kode Klasifikasi:   420 TEO A
Format:   VII + 183hlm;24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 35 400 LD 4
Ringkasan Buku :

Summary of "Advanced English Practice" by Julie Theoh:

The book covers:

1. Advanced Grammar: Usage of tenses, modal verbs, and complex sentence structures with clear examples.
2. Vocabulary: Increasing retention of new vocabulary with effective techniques and usage in rich contexts.
3. Practical Exercises: Each chapter ends with exercises to test understanding and practical application of the theory learned.

Objective:

- To help readers understand and apply advanced grammar in appropriate contexts.
- To improve communication skills through the use of diverse vocabulary.
- To test readers' understanding through varied practical exercises.

This book can be a valuable resource for those looking to improve their English language skills.

SEDANG DIPINJAM

343 image

NOMOR PANGGIL:

TT-3553

ADVANCED MACHINING PROCESSED

Pengarang:   MAHARDIKA MUSLIM,   SUDIARSO ANDI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-386-12555-5
Nomor Panggil:   TT-3553
Kode Klasifikasi:   621. 8 SUD A
Format:   XVIII + 122hal; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 56 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Advanced machining processes are non-traditional methods for shaping or cutting materials, often involving novel mechanisms like electrical, chemical, or thermal energy. These processes are crucial when dealing with materials that are too hard, brittle, or complex for conventional methods.

KHUSUS DIBACA
344 image

NOMOR PANGGIL:

TT-3554

ADVANCED MACHINING PROCESSED

Pengarang:   MAHARDIKA MUSLIM,   SUDIARSO ANDI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-386-12555-5
Nomor Panggil:   TT-3554
Kode Klasifikasi:   621. 8 SUD A
Format:   XVIII + 122hal; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 56 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Advanced machining processes are non-traditional methods for shaping or cutting materials, often involving novel mechanisms like electrical, chemical, or thermal energy. These processes are crucial when dealing with materials that are too hard, brittle, or complex for conventional methods.

TERSEDIA
345 image

NOMOR PANGGIL:

TT-3555

ADVANCED MACHINING PROCESSED

Pengarang:   MAHARDIKA MUSLIM,   SUDIARSO ANDI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-386-12555-5
Nomor Panggil:   TT-3555
Kode Klasifikasi:   621. 8 SUD A
Format:   XVIII + 122hal; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 56 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Advanced machining processes are non-traditional methods for shaping or cutting materials, often involving novel mechanisms like electrical, chemical, or thermal energy. These processes are crucial when dealing with materials that are too hard, brittle, or complex for conventional methods.

TERSEDIA
    Jumlah Record: 24489