Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 12571 |
NOMOR PANGGIL: TT-8969 |
MANAJEMEN PEGAWAI NEGERI SIPILPengarang: PANDIANGAN LIBERTI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-602-318-386-9 Nomor Panggil: TT-8969 Kode Klasifikasi: 658 PAN M Format: X + 240 hlm; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 65 600 LB 3 Ringkasan Buku : Buku "Manajemen Pegawai Negeri Sipil" membahas pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan, termasuk perannya dalam reformasi birokrasi dan pencapaian tujuan organisasi. Buku ini menguraikan berbagai aspek manajemen PNS, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga pemberhentian, serta menekankan pentingnya profesionalisme, kompetensi, dan sistem merit dalam pengelolaan pegawai. |
KHUSUS DIBACA |
| 12572 |
NOMOR PANGGIL: IS-73131 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73131 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
TERSEDIA |
| 12573 |
NOMOR PANGGIL: IS-73132 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73132 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12574 |
NOMOR PANGGIL: IS-73133 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73133 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12575 |
NOMOR PANGGIL: IS-73134 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73134 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12576 |
NOMOR PANGGIL: IS-73135 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73135 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12577 |
NOMOR PANGGIL: IS-73136 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73136 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12578 |
NOMOR PANGGIL: IS-73137 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73137 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12579 |
NOMOR PANGGIL: IS-73138 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73138 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12580 |
NOMOR PANGGIL: IS-73139 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73139 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12581 |
NOMOR PANGGIL: IS-73140 |
MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK: PEDULI, INKLUSIF DAN KOLABORASIPengarang: DWIYANTO AGUS,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-420-775-6 Nomor Panggil: IS-73140 Kode Klasifikasi: 352 DWI M Format: 979-420-775-6 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LD 1 Ringkasan Buku : Buku Manajemen Pelayanan Publik karya Agus Dwiyanto ini merupakan hasil revisi dari edisi sebelumnya, yakni untuk memperkaya analisis penulis ten tang pembagian urusan pemerintahan terkait dengan peran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Pembagian urusan pemerintahan sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah dalam mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. Kerancuan pembagian urusan antara susunan pemerintahan menjadi salah satu sumber masalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang efisien, efektif, dan akuntabel. Perubahan dalam Bab ini dilakukan untuk memperjelas pendapat penulis mengenai bagai mana seharusnya pembagian urusan dalam penyelenggaraan pelayanan dilakukan antara pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota dilakukan. Perubahan juga dilakukan dalam diskusi ten tang standar pelayanan mini mal (SPM). Dalam revisi ini penulis menambahkan penjelasan tentang berbagai sumber kegagalan implementasi SPM dan bagaimana seharus nya perbaikan substansi dan strategi implementasi SPM dilakukan. Kemudian hasil adanya revisi pada edisi ini juga untuk menambah penjelasan ten tang pengembangan manajemen kolaboratif, yang didalam edisi yang pertama masih sangat minimal. Dalam edisi kedua ini penulis menambahkan penjelasan tentang bagaimana pemerintah dan manajer sektor publik seharusnya memilih mitra kerjasama. Buku ini diharapkan dapat mengisi kekosongan referensi dan sumber bacaan bagi para mahasiswa dan praktisi manajemen dan kebijakan publik. Sedikitnya buku yang ditulis dengan menggunakan kasus yang terjadi di Indonesia dan mengupas masalah-masalah yang dihadapi para manajer di sektor publik dan praktisi kebijakan publik menjadikan buku ini sebagai salah satu dari sedikit sumber untuk memahami berbagai persoalan manajemen pelayanan publik di Indonesia. |
KHUSUS DIBACA |
| 12582 |
NOMOR PANGGIL: TT-10020 |
MANAJEMEN PELAYANAN UMUM DI INDONESIAPengarang: MOENIR,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-526-044-8 Nomor Panggil: TT-10020 Kode Klasifikasi: 658.408 MOE M Format: xiv + 212 hlm 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 60 600 LB 3 Ringkasan Buku : Manajemen pelayanan umum di Indonesia mencakup upaya pemerintah dan pihak swasta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. |
TERSEDIA |
| 12583 |
NOMOR PANGGIL: TT-10021 |
MANAJEMEN PELAYANAN UMUM DI INDONESIAPengarang: MOENIR,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-526-044-8 Nomor Panggil: TT-10021 Kode Klasifikasi: 658.408 MOE M Format: xiv + 212 hlm 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 60 600 LB 3 Ringkasan Buku : Manajemen pelayanan umum di Indonesia mencakup upaya pemerintah dan pihak swasta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. |
KHUSUS DIBACA |
| 12584 |
NOMOR PANGGIL: TT-10022 |
MANAJEMEN PELAYANAN UMUM DI INDONESIAPengarang: MOENIR,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-526-044-8 Nomor Panggil: TT-10022 Kode Klasifikasi: 658.408 MOE M Format: xiv + 212 hlm 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 60 600 LB 3 Ringkasan Buku : Manajemen pelayanan umum di Indonesia mencakup upaya pemerintah dan pihak swasta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. |
KHUSUS DIBACA |
| 12585 |
NOMOR PANGGIL: TT-10023 |
MANAJEMEN PELAYANAN UMUM DI INDONESIAPengarang: MOENIR,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-526-044-8 Nomor Panggil: TT-10023 Kode Klasifikasi: 658.408 MOE M Format: xiv + 212 hlm 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 60 600 LB 3 Ringkasan Buku : Manajemen pelayanan umum di Indonesia mencakup upaya pemerintah dan pihak swasta dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 24489