Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 12541 |
NOMOR PANGGIL: IS-9906 |
MANAJEMEN MUTU SEKOLAH; Teori,Konsep dan ImplementasiPengarang: NURDIN DIDING,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-6232-20-0 Nomor Panggil: IS-9906 Kode Klasifikasi: 371.2 NUR M Format: XIV + 236hal; 24cm Lokasi Rak Buku: RAK 22 300 LB 3 Ringkasan Buku : Manajemen mutu sekolah melibatkan teori, konsep, dan implementasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien, serta memenuhi kebutuhan siswa, guru, dan orang tua. Konsep ini mencakup peningkatan berkelanjutan, kepuasan pelanggan, dan partisipasi seluruh elemen sekolah. |
KHUSUS DIBACA |
| 12542 |
NOMOR PANGGIL: TT- 4251 |
MANAJEMEN NYERIPengarang: MAHADEWA,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-203-486-0 Nomor Panggil: TT- 4251 Kode Klasifikasi: 616.04 GDE M Format: Xvi - 186.,24 Lokasi Rak Buku: RAK 42 600 LB 2 Ringkasan Buku : Manajemen nyeri adalah upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan atau disfungsi, baik yang onsetnya tiba-tiba atau bertahap, dan dengan intensitas ringan hingga berat. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk melalui penggunaan obat-obatan dan metode non-farmakologis. |
TERSEDIA |
| 12543 |
NOMOR PANGGIL: TT-4252 |
MANAJEMEN NYERIPengarang: MAHADEWA,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-203-486-0 Nomor Panggil: TT-4252 Kode Klasifikasi: 616.04 GDE M Format: Xvi - 186.,24 Lokasi Rak Buku: RAK 42 600 LB 2 Ringkasan Buku : Manajemen nyeri adalah upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan atau disfungsi, baik yang onsetnya tiba-tiba atau bertahap, dan dengan intensitas ringan hingga berat. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk melalui penggunaan obat-obatan dan metode non-farmakologis. |
KHUSUS DIBACA |
| 12544 |
NOMOR PANGGIL: TT- 4253 |
MANAJEMEN NYERIPengarang: MAHADEWA,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-203-486-0 Nomor Panggil: TT- 4253 Kode Klasifikasi: 616.04 GDE M Format: Xvi - 186.,24 Lokasi Rak Buku: RAK 42 600 LB 2 Ringkasan Buku : Manajemen nyeri adalah upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan atau disfungsi, baik yang onsetnya tiba-tiba atau bertahap, dan dengan intensitas ringan hingga berat. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk melalui penggunaan obat-obatan dan metode non-farmakologis. |
KHUSUS DIBACA |
| 12545 |
NOMOR PANGGIL: TT- 4254 |
MANAJEMEN NYERIPengarang: MAHADEWA,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-203-486-0 Nomor Panggil: TT- 4254 Kode Klasifikasi: 616.04 GDE M Format: Xvi - 186.,24 Lokasi Rak Buku: RAK 42 600 LB 2 Ringkasan Buku : Manajemen nyeri adalah upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan atau disfungsi, baik yang onsetnya tiba-tiba atau bertahap, dan dengan intensitas ringan hingga berat. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk melalui penggunaan obat-obatan dan metode non-farmakologis. |
KHUSUS DIBACA |
| 12546 |
NOMOR PANGGIL: TT-4255 |
MANAJEMEN NYERIPengarang: MAHADEWA,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-623-203-486-0 Nomor Panggil: TT-4255 Kode Klasifikasi: 616.04 GDE M Format: Xvi - 186.,24 Lokasi Rak Buku: RAK 42 600 LB 2 Ringkasan Buku : Manajemen nyeri adalah upaya untuk mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang terkait dengan kerusakan jaringan atau disfungsi, baik yang onsetnya tiba-tiba atau bertahap, dan dengan intensitas ringan hingga berat. Tujuannya adalah untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien, termasuk melalui penggunaan obat-obatan dan metode non-farmakologis. |
KHUSUS DIBACA |
| 12547 |
NOMOR PANGGIL: IS - 8059 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS - 8059 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
TERSEDIA |
| 12548 |
NOMOR PANGGIL: IS - 8060 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS - 8060 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12549 |
NOMOR PANGGIL: IS - 8061 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS - 8061 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12550 |
NOMOR PANGGIL: IS - 8062 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS - 8062 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12551 |
NOMOR PANGGIL: IS - 8063 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS - 8063 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12552 |
NOMOR PANGGIL: IS-13040 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS-13040 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12553 |
NOMOR PANGGIL: IS-13041 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS-13041 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12554 |
NOMOR PANGGIL: IS-13042 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS-13042 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
| 12555 |
NOMOR PANGGIL: IS-13043 |
MANAJEMEN OBAT DI RUMAH SAKITPengarang: SATIBI,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-420-993-6 Nomor Panggil: IS-13043 Kode Klasifikasi: 3632. 110 SAT M Format: VII +186 hal; 23cm Lokasi Rak Buku: RAK 27 300 LB 4 Ringkasan Buku : bat sebagai aset lancar rumah sakit sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien karena intervensi pelayanan kesehatan di rumah sakit 90% lebih menggunakan obat. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan ketersediaan obat di rumah sakit menjadi indikator yang sangat penting. Terjadinya kekosongan obat, kehabisan stok, atau stok yang menumpuk berdampak secara medis dan ekonomi. Hal seperti ini memerlukan upaya pengelolaan obat yang efisien dan efektif. Kondisi inilah yang mendasari penulis untuk menulis buku Manajemen Obat di Rumah Sakit. Dalam buku ini dibahas tentang siklus manajemen obat yang mencakup empat tahap, yaitu: 1) selection (seleksi), 2) procurement (pengadaan), 3) distribution (distribusi), dan 4) use (penggunaan). Masing-masing tahap dalam siklus manajemen obat saling terkait sehingga harus dikelola dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Dalam tahapan yang saling terkait dalam siklus manajemen obat tersebut diperlukan suatu sistem suplai yang terorganisasi agar kegiatan berjalan baik dan saling mendukung sehingga ketersediaan obat dapat terjamin sehingga mendukung pelayanan kesehatan dan menjadi sumber pendapatan rumah sakit yang potensial. Siklus manajemen obat didukung oleh faktor-faktor pendukung manajemen (management support) yang meliputi organisasi, administrasi dan keuangan, Sistem Informasi Manajemen (SIM), dan sumber daya manusia (SDM). Setiap tahapan siklus manajemen obat harus selalu didukung oleh keempat management support tersebut sehingga pengelolaan obat dapat berlangsung secara efektif dan efisien. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 24489