Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 24706 |
NOMOR PANGGIL: BS-0108 |
WACANA: Pemahaman dan Hubungan AntarunsurPengarang: DJAJASUDARMA T. FATIMAH,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8020-80-4 Nomor Panggil: BS-0108 Kode Klasifikasi: 400 DJA M Format: X + 81cm; 24cm Lokasi Rak Buku: RAK 33 400 LD 3 Ringkasan Buku : Buku yang berjudul "Wacana" ini merupakan kajian ilmu bahasa, khususnya Bahasa Indonesia Khususnya kalangan mahasiswa, buku ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam perkuliahan, sedangkan pada kalangan masyarakat umumnya, pemakaian wacana belumlah sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Wacana merupakan satu bentuk ungkapan, tuturan, dan ucapan yang di dalamnya tersurat satu kesatuan kalimat yang utuh dengan unsur-unsur gramatikal dan semantik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kalimat yang komunikatif. Wacana yang baik tidak saja melibatkan unsur-unsur gramatikal dan semantik, tetapi juga unsur lainnya, seperti pembicara, pendengar waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, dan bentuk amanat. |
TERSEDIA |
| 24707 |
NOMOR PANGGIL: BS-0109 |
WACANA: Pemahaman dan Hubungan AntarunsurPengarang: DJAJASUDARMA T. FATIMAH,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8020-80-4 Nomor Panggil: BS-0109 Kode Klasifikasi: 400 DJA M Format: X + 81cm; 24cm Lokasi Rak Buku: RAK 33 400 LD 3 Ringkasan Buku : Buku yang berjudul "Wacana" ini merupakan kajian ilmu bahasa, khususnya Bahasa Indonesia Khususnya kalangan mahasiswa, buku ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam perkuliahan, sedangkan pada kalangan masyarakat umumnya, pemakaian wacana belumlah sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Wacana merupakan satu bentuk ungkapan, tuturan, dan ucapan yang di dalamnya tersurat satu kesatuan kalimat yang utuh dengan unsur-unsur gramatikal dan semantik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kalimat yang komunikatif. Wacana yang baik tidak saja melibatkan unsur-unsur gramatikal dan semantik, tetapi juga unsur lainnya, seperti pembicara, pendengar waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, dan bentuk amanat. |
TERSEDIA |
| 24708 |
NOMOR PANGGIL: BS-0110 |
WACANA: Pemahaman dan Hubungan AntarunsurPengarang: DJAJASUDARMA T. FATIMAH,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8020-80-4 Nomor Panggil: BS-0110 Kode Klasifikasi: 400 DJA M Format: X + 81cm; 24cm Lokasi Rak Buku: RAK 33 400 LD 3 Ringkasan Buku : Buku yang berjudul "Wacana" ini merupakan kajian ilmu bahasa, khususnya Bahasa Indonesia Khususnya kalangan mahasiswa, buku ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam perkuliahan, sedangkan pada kalangan masyarakat umumnya, pemakaian wacana belumlah sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Wacana merupakan satu bentuk ungkapan, tuturan, dan ucapan yang di dalamnya tersurat satu kesatuan kalimat yang utuh dengan unsur-unsur gramatikal dan semantik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kalimat yang komunikatif. Wacana yang baik tidak saja melibatkan unsur-unsur gramatikal dan semantik, tetapi juga unsur lainnya, seperti pembicara, pendengar waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, dan bentuk amanat. |
TERSEDIA |
| 24709 |
NOMOR PANGGIL: BS-0111 |
WACANA: Pemahaman dan Hubungan AntarunsurPengarang: DJAJASUDARMA T. FATIMAH,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8020-80-4 Nomor Panggil: BS-0111 Kode Klasifikasi: 400 DJA M Format: X + 81cm; 24cm Lokasi Rak Buku: RAK 33 400 LD 3 Ringkasan Buku : Buku yang berjudul "Wacana" ini merupakan kajian ilmu bahasa, khususnya Bahasa Indonesia Khususnya kalangan mahasiswa, buku ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam perkuliahan, sedangkan pada kalangan masyarakat umumnya, pemakaian wacana belumlah sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Wacana merupakan satu bentuk ungkapan, tuturan, dan ucapan yang di dalamnya tersurat satu kesatuan kalimat yang utuh dengan unsur-unsur gramatikal dan semantik yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan kalimat yang komunikatif. Wacana yang baik tidak saja melibatkan unsur-unsur gramatikal dan semantik, tetapi juga unsur lainnya, seperti pembicara, pendengar waktu, tempat, adegan, topik, peristiwa, dan bentuk amanat. |
TERSEDIA |
| 24710 |
NOMOR PANGGIL: IS-6960 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6960 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
TERSEDIA |
| 24711 |
NOMOR PANGGIL: IS-6961 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6961 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24712 |
NOMOR PANGGIL: IS-6962 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6962 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24713 |
NOMOR PANGGIL: IS-6963 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6963 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24714 |
NOMOR PANGGIL: IS-6964 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6964 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24715 |
NOMOR PANGGIL: IS-6965 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6965 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24716 |
NOMOR PANGGIL: IS-6966 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6966 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24717 |
NOMOR PANGGIL: IS-6967 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6967 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24718 |
NOMOR PANGGIL: IS-6968 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6968 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24719 |
NOMOR PANGGIL: IS-6969 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6969 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
| 24720 |
NOMOR PANGGIL: IS-6970 |
WAJAH PERADILAN KITA : Konstruksi Sosial Tentang Penyimpangan, Mekanisme Kontrol dan Akuntabilitas Peradilan PidanaPengarang: SUSWANTO ANTHON,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-3304-10-3 Nomor Panggil: IS-6970 Kode Klasifikasi: 347. 01 SUS W Format: XIV + 169 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LD 2 Ringkasan Buku : Peradilan merupakan wilayah multi-tafsir, yaitu wilayah di mana setiap orang yang terlibat di dalamnya mempunyai peran untuk membangun realitas peradilan. Dalam proses penafsiran itu situasi "chaos" tidak dapat dihindari, aturan perundang - undangan yang biasanya merupakan alat pengendali proses dalam kenyataannya lebih sering disimpangi bahkan ditinggalkan, sehingga yang dominan justru aturan main dari masing - masing si penafsir. Bagaimana peradilan menciptakan kontrol dalam proses pemeriksaan, serta bagaimana seharusnya masyarakat melakukan kontrol terhadap peradilan, sehingga peradilan menjadi birokrasi yang mempunyai akuntabilitas, adalah substansi utama buku ini. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 24820