Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 23581 |
NOMOR PANGGIL: IS-11236 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8034-66-X Nomor Panggil: IS-11236 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: XI + 272 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Antropologi I" merujuk pada fase awal perkembangan ilmu antropologi, terutama di abad ke-19, yang ditandai oleh pengaruh teori evolusi manusia Charles Darwin dan studi-studi etnoligi oleh bangsa Eropa. Buku "Sejarah Teori Antropologi Jilid I" karya Koentjaraningrat juga membahas periode ini secara rinci, termasuk studi tentang adat istiadat bangsa-bangsa non-Eropa, etnografi, dan teori-teori awal evolusi kebudayaan |
TERSEDIA |
| 23582 |
NOMOR PANGGIL: IS-11237 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8034-66-X Nomor Panggil: IS-11237 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: XI + 272 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Antropologi I" merujuk pada fase awal perkembangan ilmu antropologi, terutama di abad ke-19, yang ditandai oleh pengaruh teori evolusi manusia Charles Darwin dan studi-studi etnoligi oleh bangsa Eropa. Buku "Sejarah Teori Antropologi Jilid I" karya Koentjaraningrat juga membahas periode ini secara rinci, termasuk studi tentang adat istiadat bangsa-bangsa non-Eropa, etnografi, dan teori-teori awal evolusi kebudayaan |
KHUSUS DIBACA |
| 23583 |
NOMOR PANGGIL: IS-11238 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8034-66-X Nomor Panggil: IS-11238 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: XI + 272 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Antropologi I" merujuk pada fase awal perkembangan ilmu antropologi, terutama di abad ke-19, yang ditandai oleh pengaruh teori evolusi manusia Charles Darwin dan studi-studi etnoligi oleh bangsa Eropa. Buku "Sejarah Teori Antropologi Jilid I" karya Koentjaraningrat juga membahas periode ini secara rinci, termasuk studi tentang adat istiadat bangsa-bangsa non-Eropa, etnografi, dan teori-teori awal evolusi kebudayaan |
KHUSUS DIBACA |
| 23584 |
NOMOR PANGGIL: IS-11239 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8034-66-X Nomor Panggil: IS-11239 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: XI + 272 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Antropologi I" merujuk pada fase awal perkembangan ilmu antropologi, terutama di abad ke-19, yang ditandai oleh pengaruh teori evolusi manusia Charles Darwin dan studi-studi etnoligi oleh bangsa Eropa. Buku "Sejarah Teori Antropologi Jilid I" karya Koentjaraningrat juga membahas periode ini secara rinci, termasuk studi tentang adat istiadat bangsa-bangsa non-Eropa, etnografi, dan teori-teori awal evolusi kebudayaan |
KHUSUS DIBACA |
| 23585 |
NOMOR PANGGIL: IS-0080 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IIPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-038-3 Nomor Panggil: IS-0080 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: VIII + 328 Hal, 23 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Teori Antropologi II" adalah jilid kedua dari karya monumental Koentjaraningrat yang membahas perkembangan teori-teori antropologi, terutama teori-teori yang berkembang setelah fase awal. Buku ini mencakup pembahasan tentang penelitian perbandingan dan analisis terhadap berbagai aliran pemikiran antropologi |
TERSEDIA |
| 23586 |
NOMOR PANGGIL: IS-0081 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IIPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-038-3 Nomor Panggil: IS-0081 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: VIII + 328 Hal, 23 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Teori Antropologi II" adalah jilid kedua dari karya monumental Koentjaraningrat yang membahas perkembangan teori-teori antropologi, terutama teori-teori yang berkembang setelah fase awal. Buku ini mencakup pembahasan tentang penelitian perbandingan dan analisis terhadap berbagai aliran pemikiran antropologi |
KHUSUS DIBACA |
| 23587 |
NOMOR PANGGIL: IS-0082 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IIPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-038-3 Nomor Panggil: IS-0082 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: VIII + 328 Hal, 23 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Teori Antropologi II" adalah jilid kedua dari karya monumental Koentjaraningrat yang membahas perkembangan teori-teori antropologi, terutama teori-teori yang berkembang setelah fase awal. Buku ini mencakup pembahasan tentang penelitian perbandingan dan analisis terhadap berbagai aliran pemikiran antropologi |
KHUSUS DIBACA |
| 23588 |
NOMOR PANGGIL: IS-0083 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IIPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-038-3 Nomor Panggil: IS-0083 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: VIII + 328 Hal, 23 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Teori Antropologi II" adalah jilid kedua dari karya monumental Koentjaraningrat yang membahas perkembangan teori-teori antropologi, terutama teori-teori yang berkembang setelah fase awal. Buku ini mencakup pembahasan tentang penelitian perbandingan dan analisis terhadap berbagai aliran pemikiran antropologi |
KHUSUS DIBACA |
| 23589 |
NOMOR PANGGIL: IS-0084 |
SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI IIPengarang: KOENTJARANINGRAT,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-038-3 Nomor Panggil: IS-0084 Kode Klasifikasi: 301 KOE S Format: VIII + 328 Hal, 23 cm Lokasi Rak Buku: RAK 7 300 LD 3 Ringkasan Buku : Sejarah Teori Antropologi II" adalah jilid kedua dari karya monumental Koentjaraningrat yang membahas perkembangan teori-teori antropologi, terutama teori-teori yang berkembang setelah fase awal. Buku ini mencakup pembahasan tentang penelitian perbandingan dan analisis terhadap berbagai aliran pemikiran antropologi |
KHUSUS DIBACA |
| 23590 |
NOMOR PANGGIL: IS-8394 |
SEJUMLAH MASALAH PEMUKIMAN KOTAPengarang: BUDIHARJO EKO,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-414-037-6 Nomor Panggil: IS-8394 Kode Klasifikasi: 363. 5 SEJ Format: XII + 273; 20cm Lokasi Rak Buku: RAK 26 300 LB 3 Ringkasan Buku : Buku ini mengulas secara rinci berbagai permasalahan permukiman yang muncul seiring dengan pertumbuhan kota yang pesat, seperti munculnya kawasan kumuh, ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan lahan, serta kurangnya akses terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan transportasi. Eko Budiharjo menyoroti bagaimana urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan tekanan besar pada sistem tata ruang dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat kota, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Dalam buku ini juga dijelaskan akar penyebab masalah permukiman, termasuk kebijakan pembangunan yang tidak merata, lemahnya koordinasi antarinstansi, serta perencanaan kota yang belum berpihak pada rakyat kecil. Selain itu, penulis menawarkan berbagai pendekatan solusi, seperti penataan ulang permukiman kumuh, pengembangan perumahan rakyat, peningkatan peran masyarakat dalam perencanaan, dan pentingnya kebijakan pembangunan kota yang holistik, berkelanjutan, dan berkeadilan. |
TERSEDIA |
| 23591 |
NOMOR PANGGIL: IS-12775 |
SEKILAS TENTANG JUAL BELI TANAH ( Berikut Peraturan-Peraturannya )Pengarang: HARUN AL RASHID,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-450-060-7 Nomor Panggil: IS-12775 Kode Klasifikasi: 346.043 63 RAS S Format: vii + 350 hlm ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 23 300 LD 4 Ringkasan Buku : Proses jual beli tanah di Indonesia merupakan tindakan hukum pemindahan hak yang harus dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur agar memiliki kepastian hukum. Per Januari 2026, terdapat perubahan signifikan terkait pengakuan dokumen tanah adat. 1. Dasar Hukum Utama Transaksi tanah diatur oleh beberapa peraturan kunci: UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA): Mengatur dasar-dasar pokok agraria dan jenis-jenis hak atas tanah. PP No. 18 Tahun 2021: Peraturan krusial yang menetapkan bahwa mulai 2 Februari 2026, dokumen tanah adat (seperti Girik, Letter C, Petok D, dan Verponding) tidak lagi diakui sebagai bukti kepemilikan sah. PP No. 24 Tahun 1997: Mengenai tata cara pendaftaran tanah untuk menjamin kepastian hukum. Pasal 1320 KUH Perdata: Mengatur syarat sah perjanjian (sepakat, cakap, hal tertentu, dan sebab yang halal) |
TERSEDIA |
| 23592 |
NOMOR PANGGIL: IS-7698 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7698 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
TERSEDIA |
| 23593 |
NOMOR PANGGIL: IS-7699 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7699 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 23594 |
NOMOR PANGGIL: IS-76100 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-76100 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 23595 |
NOMOR PANGGIL: IS-7701 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7701 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 27301