Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
23521 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7082

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7082
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23522 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7083

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7083
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23523 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7084

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7084
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23524 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7085

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7085
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23525 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7086

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7086
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23526 image

NOMOR PANGGIL:

TT-7087

TEKNOLOGI ELISA DALAM DIAGNOSIS DANN PENELITIAN

Pengarang:   BURGESS .W GRAHAM,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-364-5
Nomor Panggil:   TT-7087
Kode Klasifikasi:   636. 089 BUR T
Format:   x + 608 hlm ; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 61 600 LD 3
Ringkasan Buku :

Buku ini memberikan uraian teoritis dan segi praktis mengenai perkembangan teknologi Enzyme Linked Immunosorbent assay (ELISA) saat ini. Sebagian dari buku ini memberikan cakupan tentang apa dan bagaimana fungsi sistem imun secara luas dan bagian kedua mengenai penge­trapan atau aplikasi teknik ELISA dalam berbagai aspek seperti penelitian dasar, diagnosis berbagai macam penyakit baik karena virus, bakteri ataupun parasit. Aplikasi lain dari ELISA ini adalah untuk memonitoring agent biologik seperti hormon, toksin, antibiotik dan pestisida.

KHUSUS DIBACA
23527 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6840

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6840
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hlm; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

TERSEDIA
23528 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6841

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6841
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hlm; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

KHUSUS DIBACA
23529 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6842

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6842
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hlm; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

KHUSUS DIBACA
23530 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6843

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6843
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hlm; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

KHUSUS DIBACA
23531 image

NOMOR PANGGIL:

TT-6844

TEKNOLOGI FERMENTASI PADA INDUSTRI PETERNAKAN

Pengarang:   BACHRUDDIN ZAENAL,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-420-841-8
Nomor Panggil:   TT-6844
Kode Klasifikasi:   636 BAC T
Format:   XVIII + 144 hlm; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 60 600 LD 5
Ringkasan Buku :

Telusuri
Gambar
Maps
Lainnya
allenpad6@gmail.com
Pengguna pembaca layar: klik link ini untuk mode akses mudah. Mode akses mudah memiliki fitur dasar yang sama namun bekerja dengan lebih baik pada pembaca Anda.
Buku
Dapatkan versi cetak buku ini▼

Teknologi Fermentasi pada Industri Peternakan
Sampul Depan
Zaenal Bachruddin
UGM PRESS, 26 Apr 2018 - 144 halaman
Di sisi lain karena standar hidup dan jumlah populasi penduduk meningkat, kebutuhan produk peternakan, serta kebutuhan bahan biji-bijian untuk kebutuhan pangan meningkat pula. Oleh karenanya bila ternak ingin mendapatkan pakan unggul, diperlukan rekayasa teknologi agar dapat menurunkan kendala-kendala di atas, serta pakan unggul dapat tersedia secara kontinyu diperlukan jasa mikrobia, melalui REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI baik langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan kualitas pakan yang sekaligus merupakan faktor penting dalam pengembangan INDUSTRI PETERNAKAN.

Pakan hijauan yang kaya akan serat, selulosa, hemiselulosa sebagai sumber enerji ternak sangat melimpah. Tetapi pemanfaatan pakan serat tersebut belum optimal karena nilai cernanya relatif rendah. Sedangkan peningkatan nilai cerna pakan serat dapat dilakukan secara kimiawi, biologi atau gabungan kimiawi dan biologi. Oleh karenanya REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI dalam industri peternakan, selain untuk peningkatan dan pengawetan pakan, juga telah banyak dilakukan, dalam pemanfaatannya oleh ternak secara langsung, contoh, pemanfaatan Probiotik atau mikrobia hidup sebagai pakan tambahan (feed aditive). Peranan probiotik ini menjadi pentingkarena kelemahan ternak melalui alat pencernaannya mempunyai keterbatasan, selain proses biologinya kurang efisien, juga karena terdapat ketidakmampuan sel ternak menghasilkan enzim terutama enzim hidrolase, baik untuk hidrolisis karbohidrat, pitat, khitin, maupun protein. Khusus probiotik dalam bentuk bakteri asam laktat (BAL) diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan pemanfaatan antibiotik sintetik, hal ini karena BAL mampu memproduksi bakteriosin.

Pemanfaatan mikrobia dan enzim dalam bidang lingkungan, sebagai akibat terjadinya perubahan sistem pertanian tradisional, ekploratif, irrasional, serta kebutuhan manusia menyesuaikan kondisi lingkungan menjadi sistem pertanian modern, terbudidaya, rasional, serta manusia mengubah lingkungan disesuaikan kebutuhannya. Masalah baru karena perubahan tersebut meliputi menurunnya keragaman hayati (biodeversity), tercemarnya lingkungan baik udara, air dan tanah, serta terjadi marginalisasi lahan.

Salah satu untuk mengatasi keterbatasan kualitas pakan, keterbatasan sifat alat pencernakan, dan mengurangi polusi akibat adanya peternakan intensif adalah pemanfaatan biokatalis mikrobia maupun enzim melalui rekayasa PERAN TEKNOLOGI FERMENTASI DAN PERANNYA DI BIDANG INDUSTRI PETERNAKAN. Dengan demikian melalui fermentasi diharapkan dapat mengurangi kendala di bidang peternakan, sekaligus mampu meningkatkan produktifitas ternak.

Fermentasi berasal bahasa latin fervere berarti to boil (diaktifkan) atau diekstraksikan (Stanbury and Whitaker., 1987). Contoh pengertian fermentasi adalah: proses ekstraksi buah-buahan atau proses pengawetan biji-bijian dengan jasa sel ragidan proses biologi menghasilkan gas CO2 , ditandai keluarnya atau terbentuknya buih akibat proses katabolisme senyawa gula sederhana atau monosakarida secara anaerobic. Lebih dari itu pengertian fermentasi dapat juga dilihat melalui Pendekatan biokimiawi maupun Pendekatan secara industri

REKAYASA TEKNOLOGI FERMENTASI berdasarkan macam produk yang dihasilkan, kepentingan secara komersial, dan nilai strategis ekonomi, dapat diklasifikasikan menjadi empat macam proses, yaitu: 1) TEKNOLOGI FERMENTASI menghasilkan sel mikrobia sebagai produk (produksi biomasa sel); 2) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi enzim; 3) TEKNOLOGI FERMENTASI memproduksi senyawa metabolit; dan 4) TEKNOLOGI FERMENTASI memodifikasi suatu senyawa.

Memperhatikan dari makna lain, berdasarkan pentahapan INDUSTRI PETERNAKAN maka keterlibatan atau peranan biokatalis baik mikrobia atau enzim melalui rekayasa TEKNOLOGI FERMENTASI dapat dibagi menjadi beberapa tahap: 1) peranan mikrobia dalam penyediaan pakan bermutu, 2) peranan mikrobia hidup sebagai probiotik dalam sel ternak; dan 3) peranan mikrobia dalam proses pasca panen serta peranan mikrobia membantu mengurangi terjadinya polusi serta menurunkan sifat toksisitas polutan.

KHUSUS DIBACA
23532 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7372

TEKNOLOGI INFORMASI ADMINISTRASI

Pengarang:   DR. AKADUN, M.PD.,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8361-61-3
Nomor Panggil:   IS-7372
Kode Klasifikasi:   351. 7:681. 14 AKA T
Format:   V + 170; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 28 300 LD 4
Ringkasan Buku :

Teknologi informasi dalam administrasi mengacu pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Penerapan TIK dalam pemerintahan dikenal sebagai e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE bertujuan untuk mendigitalisasi berbagai proses pemerintahan untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Fitur utama dari SPBE meliputi pelayanan publik online, transparansi dan akuntabilitas, efisiensi operasional, komunikasi antar lembaga pemerintah, dan keamanan informasi.

TERSEDIA
23533 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7373

TEKNOLOGI INFORMASI ADMINISTRASI

Pengarang:   DR. AKADUN, M.PD.,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8361-61-3
Nomor Panggil:   IS-7373
Kode Klasifikasi:   351. 7:681. 14 AKA T
Format:   V + 170; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 28 300 LD 4
Ringkasan Buku :

Teknologi informasi dalam administrasi mengacu pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Penerapan TIK dalam pemerintahan dikenal sebagai e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE bertujuan untuk mendigitalisasi berbagai proses pemerintahan untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Fitur utama dari SPBE meliputi pelayanan publik online, transparansi dan akuntabilitas, efisiensi operasional, komunikasi antar lembaga pemerintah, dan keamanan informasi.

KHUSUS DIBACA
23534 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7374

TEKNOLOGI INFORMASI ADMINISTRASI

Pengarang:   DR. AKADUN, M.PD.,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8361-61-3
Nomor Panggil:   IS-7374
Kode Klasifikasi:   351. 7:681. 14 AKA T
Format:   V + 170; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 28 300 LD 4
Ringkasan Buku :

Teknologi informasi dalam administrasi mengacu pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Penerapan TIK dalam pemerintahan dikenal sebagai e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE bertujuan untuk mendigitalisasi berbagai proses pemerintahan untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Fitur utama dari SPBE meliputi pelayanan publik online, transparansi dan akuntabilitas, efisiensi operasional, komunikasi antar lembaga pemerintah, dan keamanan informasi.

KHUSUS DIBACA
23535 image

NOMOR PANGGIL:

IS-7375

TEKNOLOGI INFORMASI ADMINISTRASI

Pengarang:   DR. AKADUN, M.PD.,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8361-61-3
Nomor Panggil:   IS-7375
Kode Klasifikasi:   351. 7:681. 14 AKA T
Format:   V + 170; 24 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 28 300 LD 4
Ringkasan Buku :

Teknologi informasi dalam administrasi mengacu pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Penerapan TIK dalam pemerintahan dikenal sebagai e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE bertujuan untuk mendigitalisasi berbagai proses pemerintahan untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional. Fitur utama dari SPBE meliputi pelayanan publik online, transparansi dan akuntabilitas, efisiensi operasional, komunikasi antar lembaga pemerintah, dan keamanan informasi.

KHUSUS DIBACA
    Jumlah Record: 24820