Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
16681 image

NOMOR PANGGIL:

IS-5059

PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM DELIK KORUPSI (UU No. 31 Tahun 1999)

Pengarang:   PRODJOHAMIDJOJO MARTIMAN,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-199-7
Nomor Panggil:   IS-5059
Kode Klasifikasi:   345. 06 PRO P
Format:   X + 170 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 21 300 LD 3
Ringkasan Buku :

Di dalam UU 31/1999 mengatur sebuah sistem pembuktian yang memberikan beban pembuktian kepada terdakwa. Hal ini termaktub di dalam Penjelasan Umum UU 31/1999 yang menerangkan bahwa undang-undang ini menerapkan pembuktian terbalik yang bersifat terbatas atau berimbang, yakni terdakwa mempunyai hak untuk membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi dan wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak, dan harta benda setiap orang atau korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan, dan penuntut umum tetap berkewajiban membuktikan dakwaannya.

KHUSUS DIBACA
16682 image

NOMOR PANGGIL:

IS-5060

PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM DELIK KORUPSI (UU No. 31 Tahun 1999)

Pengarang:   PRODJOHAMIDJOJO MARTIMAN,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-538-199-7
Nomor Panggil:   IS-5060
Kode Klasifikasi:   345. 06 PRO P
Format:   X + 170 hal; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 21 300 LD 3
Ringkasan Buku :

Di dalam UU 31/1999 mengatur sebuah sistem pembuktian yang memberikan beban pembuktian kepada terdakwa. Hal ini termaktub di dalam Penjelasan Umum UU 31/1999 yang menerangkan bahwa undang-undang ini menerapkan pembuktian terbalik yang bersifat terbatas atau berimbang, yakni terdakwa mempunyai hak untuk membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi dan wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak, dan harta benda setiap orang atau korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan, dan penuntut umum tetap berkewajiban membuktikan dakwaannya.

KHUSUS DIBACA
16683 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0452

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0452
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

TERSEDIA
16684 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0453

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0453
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

KHUSUS DIBACA
16685 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0454

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0454
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

KHUSUS DIBACA
16686 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0455

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0455
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

KHUSUS DIBACA
16687 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0456

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0456
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

KHUSUS DIBACA
16688 image

NOMOR PANGGIL:

IS-0457

PENERAPAN PSIKOLOGI SOSIAL

Pengarang:   SANTOSO SLAMET,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8650-22-9
Nomor Panggil:   IS-0457
Kode Klasifikasi:   302 SAN P
Format:   XII + 146 hlm; 23,5 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 8 300 LD 1
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas tentang individu dalam situasi sosial, pendapat umum, propaganda, rumor, prasangka sosial, perubahan dan gerakan sosial, tingkah laku massa, dan ketegangan internasional.

KHUSUS DIBACA
16689 image

NOMOR PANGGIL:

IS-4789

PENERAPAN SANKSI PIDANA DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG LINGKUNGAN HIDUP TERHADAP PELANGGARAN BAKU MUTU LINGKUNGAN DARI LIMBAH KEGIATAN OPERASI PRODUKSI MIGAS

Pengarang:   SYPRIANUS ARSITEUS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-602-8815-47-5
Nomor Panggil:   IS-4789
Kode Klasifikasi:   344.046 ARI P
Format:   xii + 198 hlm; 21 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 12 300 LB 2
Ringkasan Buku :

Kebijakan pidana dalam penegakan hukum merupakan salah satu upaya dalam usaha perlindungan lingkungan hidup. Kebijakan tersebut harus dapat menumbuhkan pemikiran tentang metode baru untuk tujuan mencegah kejahatan dan sekaligus melindungi lingkungan hidup.

TERSEDIA
16690 image

NOMOR PANGGIL:

TT- 0706

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT- 0706
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

TERSEDIA
16691 image

NOMOR PANGGIL:

TT-0707

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT-0707
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

KHUSUS DIBACA
16692 image

NOMOR PANGGIL:

TT-0708

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT-0708
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

KHUSUS DIBACA
16693 image

NOMOR PANGGIL:

TT-0709

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT-0709
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

KHUSUS DIBACA
16694 image

NOMOR PANGGIL:

TT-0710

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT-0710
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

KHUSUS DIBACA
16695 image

NOMOR PANGGIL:

TT-0711

PENERAPAN SKRINING GIZI DI RUMAH SAKIT

Pengarang:   SUSETYOWATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-979-420-902-6
Nomor Panggil:   TT-0711
Kode Klasifikasi:   612.3 SUS P
Format:   IX+ 122 hal ;22 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 47 600 LB 3
Ringkasan Buku :

Penerapan skrining gizi di rumah sakit adalah suatu proses yang penting untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya. Berikut adalah ringkasan tentang penerapan skrining gizi di rumah sakit:

- *Tujuan*: Mengidentifikasi pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya, sehingga dapat dilakukan intervensi gizi yang tepat untuk meningkatkan outcome pasien.
- *Proses Skrining*: Proses skrining gizi melibatkan pengumpulan data tentang status gizi pasien, seperti:
- Riwayat gizi dan diet
- Berat badan dan tinggi badan
- Indeks massa tubuh (IMT)
- Kondisi medis dan obat-obatan
- *Alat Skrining*: Beberapa alat skrining gizi yang umum digunakan di rumah sakit adalah:
- Malnutrition Universal Screening Tool (MUST)
- Nutritional Risk Screening (NRS-2002)
- Mini Nutritional Assessment (MNA)
- *Kriteria Skrining*: Kriteria skrining gizi dapat berbeda-beda tergantung pada alat skrining yang digunakan, namun umumnya meliputi:
- Berat badan yang rendah atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan
- Asupan gizi yang tidak adekuat
- Kondisi medis yang mempengaruhi status gizi
- *Tindakan Setelah Skrining*: Setelah skrining gizi, pasien yang berisiko malnutrisi atau memiliki masalah gizi lainnya dapat dirujuk ke ahli gizi untuk dilakukan asesmen gizi yang lebih lanjut dan intervensi gizi yang tepat.

Dengan demikian, penerapan skrining gizi di rumah sakit sangat penting untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan malnutrisi.

KHUSUS DIBACA
    Jumlah Record: 24392