Dashboard UPT Perpustakaan

TOTAL BUKU

BUKU 0

BUKU TERSEDIA

BUKU 0

BUKU DIPINJAM

BUKU 0

BUKU DIBOOKING

BUKU 0
DAFTAR NAMA BUKU PERPUSTAKAAN
PENCARIAN BUKU
Reset
NO SAMPUL BUKU JUDUL BUKU STATUS
23086 image

NOMOR PANGGIL:

TT-4105

TAHANAN DAN POPULASI KAPAL

Pengarang:   HARVALD AA. SV,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-8007-27-1
Nomor Panggil:   TT-4105
Kode Klasifikasi:   623.81 HAN T
Format:   XX +362 HAL ;26 CM
Lokasi Rak Buku:   RAK 57 600 LD 2
Ringkasan Buku :

Buku ini membahas prinsip fisik tahanan air dan mekanisme penggerak kapal secara rinci: meliputi teori fluida dan profil aliran, komponen tahanan (gesek, gelombang, plus turbulensi), metode uji di towing tank, dan penerapan hukum-hukum hidrodinamika; dilanjutkan dengan desain dan optimasi sistem propulsi kapal, termasuk seleksi jenis mesin, propeller (baling‑baling), serta efek skema penempatan mesin terhadap performa

KHUSUS DIBACA
23087 image

NOMOR PANGGIL:

IS-13940

TAHUN EMAS UNIVERSITAS INDONESIA

Pengarang:   BOEN S OEMARJATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-456-204-1
Nomor Panggil:   IS-13940
Kode Klasifikasi:   378. 15 598 OEM T
Format:   xxvi + 357 hlm ; 25 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 32 300 LD 2
Ringkasan Buku :

Istilah "Tahun Emas Universitas Indonesia" umumnya merujuk pada dua hal yang berbeda di lingkungan Universitas Indonesia (UI), yaitu peringatan sejarah 50 tahun berdirinya UI atau platform pembelajaran digital yang digunakan oleh mahasiswa.

KHUSUS DIBACA
23088 image

NOMOR PANGGIL:

IS-13941

TAHUN EMAS UNIVERSITAS INDONESIA

Pengarang:   BOEN S OEMARJATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-456-204-1
Nomor Panggil:   IS-13941
Kode Klasifikasi:   378. 15 598 OEM T
Format:   xxvi + 357 hlm ; 25 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 32 300 LD 2
Ringkasan Buku :

Istilah "Tahun Emas Universitas Indonesia" umumnya merujuk pada dua hal yang berbeda di lingkungan Universitas Indonesia (UI), yaitu peringatan sejarah 50 tahun berdirinya UI atau platform pembelajaran digital yang digunakan oleh mahasiswa.

TERSEDIA
23089 image

NOMOR PANGGIL:

IS-13942

TAHUN EMAS UNIVERSITAS INDONESIA

Pengarang:   BOEN S OEMARJATI,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   979-456-204-1
Nomor Panggil:   IS-13942
Kode Klasifikasi:   378. 15 598 OEM T
Format:   xxvi + 357 hlm ; 25 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 32 300 LD 2
Ringkasan Buku :

Istilah "Tahun Emas Universitas Indonesia" umumnya merujuk pada dua hal yang berbeda di lingkungan Universitas Indonesia (UI), yaitu peringatan sejarah 50 tahun berdirinya UI atau platform pembelajaran digital yang digunakan oleh mahasiswa.

TERSEDIA
23090 image

NOMOR PANGGIL:

IS-8441

TAKING SIDES

Pengarang:   EASTON A. THOMAS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-0-07-351446-8
Nomor Panggil:   IS-8441
Kode Klasifikasi:   363.7 EAS T
Format:   XVIII + 374 HAL ; 22 CM
Lokasi Rak Buku:   RAK 26 300 LB 3
Ringkasan Buku :

Buku "Taking Sides" adalah sebuah seri yang menyajikan berbagai isu kontroversial dalam bidang sains, teknologi, dan masyarakat. Setiap isu dipaparkan melalui dua sudut pandang yang berlawanan, yang diwakili oleh artikel-artikel yang ditulis oleh para ahli dengan pandangan yang berbeda.Tujuannya adalah untuk mendorong pembaca untuk berpikir kritis, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan membentuk opini mereka sendiri berdasarkan analisis informasi yang disajikan.

TERSEDIA
23091 image

NOMOR PANGGIL:

IS-13474

TAKING SIDES CLASHING VIEWS ON EDCATIONAL ISSUES

Pengarang:   JARNES,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-0-07-339717-7
Nomor Panggil:   IS-13474
Kode Klasifikasi:   370.973 NOL T
Format:   xxiv + 456 hlm ; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 23 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Buku "Taking Sides: Clashing Views on Educational Issues" merupakan kumpulan esai bergaya debat yang dirancang untuk merangsang pemikiran kritis mahasiswa terhadap berbagai isu kontroversial dalam dunia pendidikan. Rangkuman Isi Buku ini menyajikan berbagai topik pendidikan melalui format "Ya" dan "Tidak" untuk setiap isu yang dibahas. Fokus utamanya meliputi: Isu Teoritis Dasar: Mempertanyakan apakah pendidikan harus didasarkan pada pengalaman sosial, apakah kurikulum harus distandarisasi, serta peran behaviorisme dan konstruktivisme dalam praktik mengajar.

TERSEDIA
23092 image

NOMOR PANGGIL:

AM-1609

TAKING SIDES(ENVIRONMENTAL ISSUES)

Pengarang:   GOLDRAFB .D THEODORE,   EASTON .A THOMAS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-07-285531-2
Nomor Panggil:   AM-1609
Kode Klasifikasi:   574.5 EAS T
Format:   XXIII + 404hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 3 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Taking Sides volumes present current controversial issues in a debate-style format designed to stimulate student interest and develop critical thinking skills. Each issue is thoughtfully framed with Learning Outcomes, an Issue Summary, an Introduction, and an Exploring the Issue section featuring Critical Thinking and Reflection, Is There Common Ground?, and Additional Resources. Taking Sides readers also offer a Topic Guide and an annotated listing of Internet References for further consideration of the issues. An online Instructor’s Resource Guide with testing material is available for each volume. Using Taking Sides in the Classroom is also an excellent instructor resource. Visit www.mhhe.com/takingsides for more details.

TERSEDIA
23093 image

NOMOR PANGGIL:

AM-1610

TAKING SIDES(ENVIRONMENTAL ISSUES)

Pengarang:   GOLDRAFB .D THEODORE,   EASTON .A THOMAS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-07-285531-2
Nomor Panggil:   AM-1610
Kode Klasifikasi:   574.5 EAS T
Format:   XXIII + 404hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 3 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Taking Sides volumes present current controversial issues in a debate-style format designed to stimulate student interest and develop critical thinking skills. Each issue is thoughtfully framed with Learning Outcomes, an Issue Summary, an Introduction, and an Exploring the Issue section featuring Critical Thinking and Reflection, Is There Common Ground?, and Additional Resources. Taking Sides readers also offer a Topic Guide and an annotated listing of Internet References for further consideration of the issues. An online Instructor’s Resource Guide with testing material is available for each volume. Using Taking Sides in the Classroom is also an excellent instructor resource. Visit www.mhhe.com/takingsides for more details.

KHUSUS DIBACA
23094 image

NOMOR PANGGIL:

AM-1611

TAKING SIDES(ENVIRONMENTAL ISSUES)

Pengarang:   GOLDRAFB .D THEODORE,   EASTON .A THOMAS,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   0-07-285531-2
Nomor Panggil:   AM-1611
Kode Klasifikasi:   574.5 EAS T
Format:   XXIII + 404hal; 24cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 3 300 LB 5
Ringkasan Buku :

Taking Sides volumes present current controversial issues in a debate-style format designed to stimulate student interest and develop critical thinking skills. Each issue is thoughtfully framed with Learning Outcomes, an Issue Summary, an Introduction, and an Exploring the Issue section featuring Critical Thinking and Reflection, Is There Common Ground?, and Additional Resources. Taking Sides readers also offer a Topic Guide and an annotated listing of Internet References for further consideration of the issues. An online Instructor’s Resource Guide with testing material is available for each volume. Using Taking Sides in the Classroom is also an excellent instructor resource. Visit www.mhhe.com/takingsides for more details.

KHUSUS DIBACA
23095 image

NOMOR PANGGIL:

IS-10423

TAKING SIDES: Clashing Views In Early Childood Education

Pengarang:   PACIOREK MENKE KAREN,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-0-07-351530-4
Nomor Panggil:   IS-10423
Kode Klasifikasi:   371. 21 MAI T
Format:   XX + 290 hal; 23cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 30 300 LD 3
Ringkasan Buku :

The book Taking Sides: Clashing Views in Early Childhood Education by Karen Menke Paciorek presents a compilation of opposing perspectives on key and controversial issues in the field of early childhood education. Each chapter explores a specific topic—such as standardized testing, the role of play in learning, inclusion of children with special needs, family involvement, and multicultural education—by offering arguments from both sides of the debate. Through these conflicting viewpoints, the book encourages critical thinking and informed decision-making among educators, students, and policymakers. It underscores the complexity of educational practices and policies by highlighting how different values, research interpretations, and cultural contexts shape the discourse on what is best for young children's development and learning.

KHUSUS DIBACA
23096 image

NOMOR PANGGIL:

AM-2152

TAKSONOMI TUMBUHAN

Pengarang:   SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA, BRYOPHYTA, PTERDOPHYTA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-623-359-145-4
Nomor Panggil:   AM-2152
Kode Klasifikasi:   581. TJI T
Format:   XIV + 267; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 42 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Ringkasan Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta
1. Schizophyta (Tumbuhan Belah)
Merupakan divisi tumbuhan paling primitif dan paling tua secara evolusi.
Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluler), berkembang biak dengan membelah diri.
Protoplasma belum terdiferensiasi jelas, inti sel dan plastida belum tampak nyata.
Terbagi menjadi dua kelas utama:
Bakteri (Schizomycetes): Organisme prokariotik, tidak memiliki membran inti, berkembang biak dengan membelah, ada yang menguntungkan dan merugikan.
Ganggang Biru (Cyanophyceae): Mikroorganisme mirip bakteri, berwarna biru kehijauan, hidup di air, tanah lembab, atau permukaan basah, juga berkembang biak dengan membelah dan membentuk koloni.

2. Thallophyta (Tumbuhan Talus)
Tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).
Umumnya berupa ganggang (alga) yang hidup di air atau tempat lembab.
Reproduksi biasanya dengan spora.
Merupakan kelompok tumbuhan yang lebih maju dari Schizophyta, tetapi masih sederhana secara struktur.

3. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan darat tingkat rendah yang belum memiliki pembuluh angkut sejati.
Memiliki struktur seperti akar, batang, dan daun, namun masih sederhana.
Hidup di tempat lembab dan berkembang biak dengan spora.
Mewakili tahap evolusi lebih tinggi dibandingkan Thallophyta.

4. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan tingkat tinggi yang sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Berkembang biak dengan spora, tidak dengan biji.
Meliputi berbagai jenis pakis dan tumbuhan paku lainnya, menunjukkan tingkat evolusi yang lebih tinggi dari Bryophyta.

TERSEDIA
23097 image

NOMOR PANGGIL:

AM-2153

TAKSONOMI TUMBUHAN

Pengarang:   SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA, BRYOPHYTA, PTERDOPHYTA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-623-359-145-4
Nomor Panggil:   AM-2153
Kode Klasifikasi:   581. TJI T
Format:   XIV + 267; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 42 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Ringkasan Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta
1. Schizophyta (Tumbuhan Belah)
Merupakan divisi tumbuhan paling primitif dan paling tua secara evolusi.
Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluler), berkembang biak dengan membelah diri.
Protoplasma belum terdiferensiasi jelas, inti sel dan plastida belum tampak nyata.
Terbagi menjadi dua kelas utama:
Bakteri (Schizomycetes): Organisme prokariotik, tidak memiliki membran inti, berkembang biak dengan membelah, ada yang menguntungkan dan merugikan.
Ganggang Biru (Cyanophyceae): Mikroorganisme mirip bakteri, berwarna biru kehijauan, hidup di air, tanah lembab, atau permukaan basah, juga berkembang biak dengan membelah dan membentuk koloni.

2. Thallophyta (Tumbuhan Talus)
Tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).
Umumnya berupa ganggang (alga) yang hidup di air atau tempat lembab.
Reproduksi biasanya dengan spora.
Merupakan kelompok tumbuhan yang lebih maju dari Schizophyta, tetapi masih sederhana secara struktur.

3. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan darat tingkat rendah yang belum memiliki pembuluh angkut sejati.
Memiliki struktur seperti akar, batang, dan daun, namun masih sederhana.
Hidup di tempat lembab dan berkembang biak dengan spora.
Mewakili tahap evolusi lebih tinggi dibandingkan Thallophyta.

4. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan tingkat tinggi yang sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Berkembang biak dengan spora, tidak dengan biji.
Meliputi berbagai jenis pakis dan tumbuhan paku lainnya, menunjukkan tingkat evolusi yang lebih tinggi dari Bryophyta.

KHUSUS DIBACA
23098 image

NOMOR PANGGIL:

AM-2154

TAKSONOMI TUMBUHAN

Pengarang:   SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA, BRYOPHYTA, PTERDOPHYTA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-623-359-145-4
Nomor Panggil:   AM-2154
Kode Klasifikasi:   581. TJI T
Format:   XIV + 267; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 42 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Ringkasan Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta
1. Schizophyta (Tumbuhan Belah)
Merupakan divisi tumbuhan paling primitif dan paling tua secara evolusi.
Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluler), berkembang biak dengan membelah diri.
Protoplasma belum terdiferensiasi jelas, inti sel dan plastida belum tampak nyata.
Terbagi menjadi dua kelas utama:
Bakteri (Schizomycetes): Organisme prokariotik, tidak memiliki membran inti, berkembang biak dengan membelah, ada yang menguntungkan dan merugikan.
Ganggang Biru (Cyanophyceae): Mikroorganisme mirip bakteri, berwarna biru kehijauan, hidup di air, tanah lembab, atau permukaan basah, juga berkembang biak dengan membelah dan membentuk koloni.

2. Thallophyta (Tumbuhan Talus)
Tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).
Umumnya berupa ganggang (alga) yang hidup di air atau tempat lembab.
Reproduksi biasanya dengan spora.
Merupakan kelompok tumbuhan yang lebih maju dari Schizophyta, tetapi masih sederhana secara struktur.

3. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan darat tingkat rendah yang belum memiliki pembuluh angkut sejati.
Memiliki struktur seperti akar, batang, dan daun, namun masih sederhana.
Hidup di tempat lembab dan berkembang biak dengan spora.
Mewakili tahap evolusi lebih tinggi dibandingkan Thallophyta.

4. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan tingkat tinggi yang sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Berkembang biak dengan spora, tidak dengan biji.
Meliputi berbagai jenis pakis dan tumbuhan paku lainnya, menunjukkan tingkat evolusi yang lebih tinggi dari Bryophyta.

KHUSUS DIBACA
23099 image

NOMOR PANGGIL:

AM-2155

TAKSONOMI TUMBUHAN

Pengarang:   SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA, BRYOPHYTA, PTERDOPHYTA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-623-359-145-4
Nomor Panggil:   AM-2155
Kode Klasifikasi:   581. TJI T
Format:   XIV + 267; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 42 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Ringkasan Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta
1. Schizophyta (Tumbuhan Belah)
Merupakan divisi tumbuhan paling primitif dan paling tua secara evolusi.
Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluler), berkembang biak dengan membelah diri.
Protoplasma belum terdiferensiasi jelas, inti sel dan plastida belum tampak nyata.
Terbagi menjadi dua kelas utama:
Bakteri (Schizomycetes): Organisme prokariotik, tidak memiliki membran inti, berkembang biak dengan membelah, ada yang menguntungkan dan merugikan.
Ganggang Biru (Cyanophyceae): Mikroorganisme mirip bakteri, berwarna biru kehijauan, hidup di air, tanah lembab, atau permukaan basah, juga berkembang biak dengan membelah dan membentuk koloni.

2. Thallophyta (Tumbuhan Talus)
Tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).
Umumnya berupa ganggang (alga) yang hidup di air atau tempat lembab.
Reproduksi biasanya dengan spora.
Merupakan kelompok tumbuhan yang lebih maju dari Schizophyta, tetapi masih sederhana secara struktur.

3. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan darat tingkat rendah yang belum memiliki pembuluh angkut sejati.
Memiliki struktur seperti akar, batang, dan daun, namun masih sederhana.
Hidup di tempat lembab dan berkembang biak dengan spora.
Mewakili tahap evolusi lebih tinggi dibandingkan Thallophyta.

4. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan tingkat tinggi yang sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Berkembang biak dengan spora, tidak dengan biji.
Meliputi berbagai jenis pakis dan tumbuhan paku lainnya, menunjukkan tingkat evolusi yang lebih tinggi dari Bryophyta.

KHUSUS DIBACA
23100 image

NOMOR PANGGIL:

AM-2156

TAKSONOMI TUMBUHAN

Pengarang:   SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA, BRYOPHYTA, PTERDOPHYTA,  
Kategori:   Buku Teks
ISBN:   978-623-359-145-4
Nomor Panggil:   AM-2156
Kode Klasifikasi:   581. TJI T
Format:   XIV + 267; 23 cm
Lokasi Rak Buku:   RAK 42 500 LD 2
Ringkasan Buku :

Ringkasan Taksonomi Tumbuhan: Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta
1. Schizophyta (Tumbuhan Belah)
Merupakan divisi tumbuhan paling primitif dan paling tua secara evolusi.
Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluler), berkembang biak dengan membelah diri.
Protoplasma belum terdiferensiasi jelas, inti sel dan plastida belum tampak nyata.
Terbagi menjadi dua kelas utama:
Bakteri (Schizomycetes): Organisme prokariotik, tidak memiliki membran inti, berkembang biak dengan membelah, ada yang menguntungkan dan merugikan.
Ganggang Biru (Cyanophyceae): Mikroorganisme mirip bakteri, berwarna biru kehijauan, hidup di air, tanah lembab, atau permukaan basah, juga berkembang biak dengan membelah dan membentuk koloni.

2. Thallophyta (Tumbuhan Talus)
Tumbuhan tingkat rendah yang tubuhnya berupa talus (tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati).
Umumnya berupa ganggang (alga) yang hidup di air atau tempat lembab.
Reproduksi biasanya dengan spora.
Merupakan kelompok tumbuhan yang lebih maju dari Schizophyta, tetapi masih sederhana secara struktur.

3. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)
Tumbuhan darat tingkat rendah yang belum memiliki pembuluh angkut sejati.
Memiliki struktur seperti akar, batang, dan daun, namun masih sederhana.
Hidup di tempat lembab dan berkembang biak dengan spora.
Mewakili tahap evolusi lebih tinggi dibandingkan Thallophyta.

4. Pteridophyta (Tumbuhan Paku)
Tumbuhan tingkat tinggi yang sudah memiliki pembuluh angkut (xilem dan floem).
Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Berkembang biak dengan spora, tidak dengan biji.
Meliputi berbagai jenis pakis dan tumbuhan paku lainnya, menunjukkan tingkat evolusi yang lebih tinggi dari Bryophyta.

KHUSUS DIBACA
    Jumlah Record: 24820