Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 21391 |
NOMOR PANGGIL: IS-12775 |
SEKILAS TENTANG JUAL BELI TANAH ( Berikut Peraturan-Peraturannya )Pengarang: HARUN AL RASHID,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-450-060-7 Nomor Panggil: IS-12775 Kode Klasifikasi: 346.043 63 RAS S Format: vii + 350 hlm ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 23 300 LD 4 Ringkasan Buku : Proses jual beli tanah di Indonesia merupakan tindakan hukum pemindahan hak yang harus dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur agar memiliki kepastian hukum. Per Januari 2026, terdapat perubahan signifikan terkait pengakuan dokumen tanah adat. 1. Dasar Hukum Utama Transaksi tanah diatur oleh beberapa peraturan kunci: UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA): Mengatur dasar-dasar pokok agraria dan jenis-jenis hak atas tanah. PP No. 18 Tahun 2021: Peraturan krusial yang menetapkan bahwa mulai 2 Februari 2026, dokumen tanah adat (seperti Girik, Letter C, Petok D, dan Verponding) tidak lagi diakui sebagai bukti kepemilikan sah. PP No. 24 Tahun 1997: Mengenai tata cara pendaftaran tanah untuk menjamin kepastian hukum. Pasal 1320 KUH Perdata: Mengatur syarat sah perjanjian (sepakat, cakap, hal tertentu, dan sebab yang halal) |
TERSEDIA |
| 21392 |
NOMOR PANGGIL: IS-7698 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7698 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
TERSEDIA |
| 21393 |
NOMOR PANGGIL: IS-7699 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7699 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 21394 |
NOMOR PANGGIL: IS-76100 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-76100 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 21395 |
NOMOR PANGGIL: IS-7701 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7701 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 21396 |
NOMOR PANGGIL: IS-7702 |
SEKILAS TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DI JEPANGPengarang: SYAFRUDIN ATENG,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-1073-14-7 Nomor Panggil: IS-7702 Kode Klasifikasi: 352.52 SYA S Format: Xiv + 103 .,22 Lokasi Rak Buku: RAK 29 300 LB 5 Ringkasan Buku : Pemerintahan daerah di Jepang terdiri dari beberapa tingkat, yaitu: 1. *Prefektur*: Jepang dibagi menjadi 47 prefektur, yang dipimpin oleh gubernur. Prefektur memiliki otonomi dalam mengelola urusan daerah. 2. *Kota, Kecamatan, dan Desa*: Di bawah prefektur, terdapat kota, kecamatan, dan desa yang memiliki pemerintahan lokal sendiri. Pemerintahan daerah di Jepang memiliki beberapa karakteristik, seperti: - *Otonomi Daerah*: Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola urusan daerah sendiri. - *Partisipasi Masyarakat*: Masyarakat dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan melalui berbagai mekanisme. - *Pelayanan Publik*: Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menyediakan berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Pemerintahan daerah di Jepang juga menghadapi tantangan, seperti perubahan demografis dan kebutuhan akan pelayanan publik yang lebih efektif. |
KHUSUS DIBACA |
| 21397 |
NOMOR PANGGIL: IS- 8303 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS- 8303 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
TERSEDIA |
| 21398 |
NOMOR PANGGIL: IS- 8304 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS- 8304 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
TERSEDIA |
| 21399 |
NOMOR PANGGIL: IS- 8305 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS- 8305 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
KHUSUS DIBACA |
| 21400 |
NOMOR PANGGIL: IS-8306 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS-8306 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
KHUSUS DIBACA |
| 21401 |
NOMOR PANGGIL: IS-8307 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS-8307 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
KHUSUS DIBACA |
| 21402 |
NOMOR PANGGIL: IS-8308 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS-8308 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
KHUSUS DIBACA |
| 21403 |
NOMOR PANGGIL: IS-8309 |
SEKITAR MASALAH KORUPSI ASPEK NASONAL DAN ASPEK INTERNASIONALPengarang: ATMASASMITA ROMLI,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-538-247-0 Nomor Panggil: IS-8309 Kode Klasifikasi: 364.132 3 ATM S Format: VIII + 293 hal ; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 25 300 LB 3 Ringkasan Buku : buku ini menjelaskan latar belakang pembentukan komisi pemberantas korupsi dan strategis pemberantas korupsi di Indonesia, kebijakan hukum dalam pemberantas korupsi, kolusi dan nepotisme, pemberantas korupsi : sebuah renungan, komisi pemberantas korupsi, RUU pembentukan komisi pemberantas korupsi, perspektif pengadilan korupsi di Indonesia, wacana pemberdayaan pemberantasan korupsi. |
KHUSUS DIBACA |
| 21404 |
NOMOR PANGGIL: IS-3961 |
SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUMPengarang: TOBING M.L,Kategori: Buku Teks ISBN: 62-01-010-3 Nomor Panggil: IS-3961 Kode Klasifikasi: 340 TOB S Format: VI + 112 hal; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 18 300 LD 5 Ringkasan Buku : Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. |
TERSEDIA |
| 21405 |
NOMOR PANGGIL: IS-3962 |
SEKITAR PENGANTAR ILMU HUKUMPengarang: TOBING M.L,Kategori: Buku Teks ISBN: 62-01-010-3 Nomor Panggil: IS-3962 Kode Klasifikasi: 340 TOB S Format: VI + 112 hal; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 18 300 LD 5 Ringkasan Buku : Budaya umat manusia berkembang terus tanpa henti-hentinya. Pada abad ke-20 ini perkembangan akal budaya menuntut supaya setiap manusia dalam masyarakat diakui sebagai subyek hukum yang berkepribadian. Dan wewenang mempunyai hak dan kewajiban hukum. sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini yang menjadi subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. Ada teori yang cenderung meniadakan badan hukum dan subyek hukum adalah manusia dan badan hukum. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 24790