Dashboard UPT Perpustakaan
| NO | SAMPUL BUKU | JUDUL BUKU | STATUS |
|---|---|---|---|
| 15376 |
NOMOR PANGGIL: TT-10693 |
MENGOLAH SINGKONG MENJADI TEPUNG MOCAF: Bisnis Produk Alternatif Pengganti TeriguPengarang: SALIM EMIL,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-29-2484-8 Nomor Panggil: TT-10693 Kode Klasifikasi: 664. 23 SAL M Format: X + 114 hlm; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 70 600 LD 2 Ringkasan Buku : buku ini membahas tentang singkong mudah dibudidayakan di Indonesia, tidak bergantung pada impor gandum seperti terigu, dan tepung mocaf memiliki karakteristik mirip terigu sehingga dapat digunakan untuk berbagai produk olahan makanan. Bisnis ini menjawab kebutuhan akan substitusi terigu akibat harga yang tinggi dan ketergantungan pada impor, menawarkan produk lokal yang kaya serat dan nutrisi dengan potensi keuntungan bisnis yang menjanjikan. |
TERSEDIA |
| 15377 |
NOMOR PANGGIL: TT-10694 |
MENGOLAH SINGKONG MENJADI TEPUNG MOCAF: Bisnis Produk Alternatif Pengganti TeriguPengarang: SALIM EMIL,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-29-2484-8 Nomor Panggil: TT-10694 Kode Klasifikasi: 664. 23 SAL M Format: X + 114 hlm; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 70 600 LD 2 Ringkasan Buku : buku ini membahas tentang singkong mudah dibudidayakan di Indonesia, tidak bergantung pada impor gandum seperti terigu, dan tepung mocaf memiliki karakteristik mirip terigu sehingga dapat digunakan untuk berbagai produk olahan makanan. Bisnis ini menjawab kebutuhan akan substitusi terigu akibat harga yang tinggi dan ketergantungan pada impor, menawarkan produk lokal yang kaya serat dan nutrisi dengan potensi keuntungan bisnis yang menjanjikan. |
KHUSUS DIBACA |
| 15378 |
NOMOR PANGGIL: TT-10695 |
MENGOLAH SINGKONG MENJADI TEPUNG MOCAF: Bisnis Produk Alternatif Pengganti TeriguPengarang: SALIM EMIL,Kategori: Buku Teks ISBN: 978-979-29-2484-8 Nomor Panggil: TT-10695 Kode Klasifikasi: 664. 23 SAL M Format: X + 114 hlm; 21 cm Lokasi Rak Buku: RAK 70 600 LD 2 Ringkasan Buku : buku ini membahas tentang singkong mudah dibudidayakan di Indonesia, tidak bergantung pada impor gandum seperti terigu, dan tepung mocaf memiliki karakteristik mirip terigu sehingga dapat digunakan untuk berbagai produk olahan makanan. Bisnis ini menjawab kebutuhan akan substitusi terigu akibat harga yang tinggi dan ketergantungan pada impor, menawarkan produk lokal yang kaya serat dan nutrisi dengan potensi keuntungan bisnis yang menjanjikan. |
KHUSUS DIBACA |
| 15379 |
NOMOR PANGGIL: TT-9643 |
MENGOPTIMALKAN PERFORMA KARYAWAN DENGAN PRINSIP EMPATIPengarang: SUTIKNO BAMBANG RAJA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-308-8 Nomor Panggil: TT-9643 Kode Klasifikasi: 658. 312. 5 SUT B Format: X + 353 hlm; 25 cm Lokasi Rak Buku: RAK 62 600 LB 3 Ringkasan Buku : Kemajuan dan kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada performa para pekerja (karyawan)nya. Performa yang tinggi hanya dapat diraih jika tingkat komitmen dan loyalitas para karyawan tinggi. Untuk mencapai tataran tinggi itu, kualitas kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi, dengan kata lain para pemimpin harus punya kiat baru dalam kepemimpinannya. Kiat baru itu adalah prinsip empati. Berempati tidak sama dengan bersimpati. Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda secara mendalam mencoba memahami orang itu, baik dari segi emosional maupun intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak hanya kata-katanya. Dalam empati, Anda mendengar dengan hati, mata, dan pikiran secara objektif, menggunakan semua pancaindra sekaligus. Contohnya: "Masa semua orang menunggu jawaban dari saya," keluh Bos. Padahal sumber problem adalah dirinya sendiri, yang kurang berempati. Manusia cenderung menyalahkan orang lain, dan tak pernah menyalahkan diri sendiri. Orang senang dengan perubahan, tetapi dirinya sendiri tidak mau berubah. Para pemimpin seperti itu harus mengembangkan kepemimpinannya dengan kiat jitu berinteraksi agar mampu dan terbiasa menerapkan prinsip empati secara konsisten demi peningkatan performa pekerja (karyawan) yang akhirnya bermuara pada kualitas produk dan profitabilitas perusahaan. *** "Tingkat komitmen dan loyalitas karyawan Indonesia relatif masih rendah, bahkan 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pekerja 10 negara lain di kawasan Asia. Akibatnya, dua dari tiga karyawan Indonesia berencana pindah ke perusahaan lain jika tawaran jabatan, bidang pekerjaan, serta kompensasi sama dengan perusahaan tempat ia bekerja sekarang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 8.000 responden dan 46 perusahaan di Indonesia, kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia juga masih rendah karena karyawan Indonesia menilai tidak mendapat arahan pengembangan karier yang memadai dari atasannya." Lilis Halim, Presiden Direktur PT Watson Wyatt Indonesia, Kompas, Desember 2004
|
TERSEDIA |
| 15380 |
NOMOR PANGGIL: TT-9644 |
MENGOPTIMALKAN PERFORMA KARYAWAN DENGAN PRINSIP EMPATIPengarang: SUTIKNO BAMBANG RAJA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-308-8 Nomor Panggil: TT-9644 Kode Klasifikasi: 658. 312. 5 SUT B Format: X + 353 hlm; 25 cm Lokasi Rak Buku: RAK 62 600 LB 3 Ringkasan Buku : Kemajuan dan kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada performa para pekerja (karyawan)nya. Performa yang tinggi hanya dapat diraih jika tingkat komitmen dan loyalitas para karyawan tinggi. Untuk mencapai tataran tinggi itu, kualitas kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi, dengan kata lain para pemimpin harus punya kiat baru dalam kepemimpinannya. Kiat baru itu adalah prinsip empati. Berempati tidak sama dengan bersimpati. Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda secara mendalam mencoba memahami orang itu, baik dari segi emosional maupun intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak hanya kata-katanya. Dalam empati, Anda mendengar dengan hati, mata, dan pikiran secara objektif, menggunakan semua pancaindra sekaligus. Contohnya: "Masa semua orang menunggu jawaban dari saya," keluh Bos. Padahal sumber problem adalah dirinya sendiri, yang kurang berempati. Manusia cenderung menyalahkan orang lain, dan tak pernah menyalahkan diri sendiri. Orang senang dengan perubahan, tetapi dirinya sendiri tidak mau berubah. Para pemimpin seperti itu harus mengembangkan kepemimpinannya dengan kiat jitu berinteraksi agar mampu dan terbiasa menerapkan prinsip empati secara konsisten demi peningkatan performa pekerja (karyawan) yang akhirnya bermuara pada kualitas produk dan profitabilitas perusahaan. *** "Tingkat komitmen dan loyalitas karyawan Indonesia relatif masih rendah, bahkan 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pekerja 10 negara lain di kawasan Asia. Akibatnya, dua dari tiga karyawan Indonesia berencana pindah ke perusahaan lain jika tawaran jabatan, bidang pekerjaan, serta kompensasi sama dengan perusahaan tempat ia bekerja sekarang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 8.000 responden dan 46 perusahaan di Indonesia, kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia juga masih rendah karena karyawan Indonesia menilai tidak mendapat arahan pengembangan karier yang memadai dari atasannya." Lilis Halim, Presiden Direktur PT Watson Wyatt Indonesia, Kompas, Desember 2004
|
KHUSUS DIBACA |
| 15381 |
NOMOR PANGGIL: TT-9645 |
MENGOPTIMALKAN PERFORMA KARYAWAN DENGAN PRINSIP EMPATIPengarang: SUTIKNO BAMBANG RAJA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-308-8 Nomor Panggil: TT-9645 Kode Klasifikasi: 658. 312. 5 SUT B Format: X + 353 hlm; 25 cm Lokasi Rak Buku: RAK 62 600 LB 3 Ringkasan Buku : Kemajuan dan kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada performa para pekerja (karyawan)nya. Performa yang tinggi hanya dapat diraih jika tingkat komitmen dan loyalitas para karyawan tinggi. Untuk mencapai tataran tinggi itu, kualitas kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi, dengan kata lain para pemimpin harus punya kiat baru dalam kepemimpinannya. Kiat baru itu adalah prinsip empati. Berempati tidak sama dengan bersimpati. Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda secara mendalam mencoba memahami orang itu, baik dari segi emosional maupun intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak hanya kata-katanya. Dalam empati, Anda mendengar dengan hati, mata, dan pikiran secara objektif, menggunakan semua pancaindra sekaligus. Contohnya: "Masa semua orang menunggu jawaban dari saya," keluh Bos. Padahal sumber problem adalah dirinya sendiri, yang kurang berempati. Manusia cenderung menyalahkan orang lain, dan tak pernah menyalahkan diri sendiri. Orang senang dengan perubahan, tetapi dirinya sendiri tidak mau berubah. Para pemimpin seperti itu harus mengembangkan kepemimpinannya dengan kiat jitu berinteraksi agar mampu dan terbiasa menerapkan prinsip empati secara konsisten demi peningkatan performa pekerja (karyawan) yang akhirnya bermuara pada kualitas produk dan profitabilitas perusahaan. *** "Tingkat komitmen dan loyalitas karyawan Indonesia relatif masih rendah, bahkan 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pekerja 10 negara lain di kawasan Asia. Akibatnya, dua dari tiga karyawan Indonesia berencana pindah ke perusahaan lain jika tawaran jabatan, bidang pekerjaan, serta kompensasi sama dengan perusahaan tempat ia bekerja sekarang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 8.000 responden dan 46 perusahaan di Indonesia, kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia juga masih rendah karena karyawan Indonesia menilai tidak mendapat arahan pengembangan karier yang memadai dari atasannya." Lilis Halim, Presiden Direktur PT Watson Wyatt Indonesia, Kompas, Desember 2004
|
KHUSUS DIBACA |
| 15382 |
NOMOR PANGGIL: TT-9646 |
MENGOPTIMALKAN PERFORMA KARYAWAN DENGAN PRINSIP EMPATIPengarang: SUTIKNO BAMBANG RAJA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-456-308-8 Nomor Panggil: TT-9646 Kode Klasifikasi: 658. 312. 5 SUT B Format: X + 353 hlm; 25 cm Lokasi Rak Buku: RAK 62 600 LB 3 Ringkasan Buku : Kemajuan dan kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada performa para pekerja (karyawan)nya. Performa yang tinggi hanya dapat diraih jika tingkat komitmen dan loyalitas para karyawan tinggi. Untuk mencapai tataran tinggi itu, kualitas kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi, dengan kata lain para pemimpin harus punya kiat baru dalam kepemimpinannya. Kiat baru itu adalah prinsip empati. Berempati tidak sama dengan bersimpati. Berempati tidak berarti Anda sepakat, melainkan Anda secara mendalam mencoba memahami orang itu, baik dari segi emosional maupun intelektual. Anda mencamkan nada suara dan bahasa tubuh orang tersebut, tidak hanya kata-katanya. Dalam empati, Anda mendengar dengan hati, mata, dan pikiran secara objektif, menggunakan semua pancaindra sekaligus. Contohnya: "Masa semua orang menunggu jawaban dari saya," keluh Bos. Padahal sumber problem adalah dirinya sendiri, yang kurang berempati. Manusia cenderung menyalahkan orang lain, dan tak pernah menyalahkan diri sendiri. Orang senang dengan perubahan, tetapi dirinya sendiri tidak mau berubah. Para pemimpin seperti itu harus mengembangkan kepemimpinannya dengan kiat jitu berinteraksi agar mampu dan terbiasa menerapkan prinsip empati secara konsisten demi peningkatan performa pekerja (karyawan) yang akhirnya bermuara pada kualitas produk dan profitabilitas perusahaan. *** "Tingkat komitmen dan loyalitas karyawan Indonesia relatif masih rendah, bahkan 22 persen lebih rendah dibandingkan dengan pekerja 10 negara lain di kawasan Asia. Akibatnya, dua dari tiga karyawan Indonesia berencana pindah ke perusahaan lain jika tawaran jabatan, bidang pekerjaan, serta kompensasi sama dengan perusahaan tempat ia bekerja sekarang. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 8.000 responden dan 46 perusahaan di Indonesia, kepemimpinan dan supervisi pekerja di Indonesia juga masih rendah karena karyawan Indonesia menilai tidak mendapat arahan pengembangan karier yang memadai dari atasannya." Lilis Halim, Presiden Direktur PT Watson Wyatt Indonesia, Kompas, Desember 2004
|
KHUSUS DIBACA |
| 15383 |
NOMOR PANGGIL: IS-6596 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-6596 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
TERSEDIA |
| 15384 |
NOMOR PANGGIL: IS-6597 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-6597 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
KHUSUS DIBACA |
| 15385 |
NOMOR PANGGIL: IS-6598 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-6598 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
KHUSUS DIBACA |
| 15386 |
NOMOR PANGGIL: IS-6599 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-6599 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
KHUSUS DIBACA |
| 15387 |
NOMOR PANGGIL: IS-12811 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-12811 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
KHUSUS DIBACA |
| 15388 |
NOMOR PANGGIL: IS-12812 |
MENGUPAS TUNTAS : Kredit Komersial dan Konsuntif Dalam Perjanjian Kredit Bank (Prespektif Hukum dan Ekonomi)Pengarang: IBRAHIM JOHANNES,Kategori: Buku Teks ISBN: 979538-256-X Nomor Panggil: IS-12812 Kode Klasifikasi: 346. 077 IBR M Format: XI + 445 hal; 24 cm Lokasi Rak Buku: RAK 24 300 LD 5 Ringkasan Buku : urgensi kredit dan pembiayaan bank memiliki daya jangkau luas bagi kehidupan perekonomian dan kemasyarakatan. kehadiran lembaga bank memberikan andil dan kontribusi yang besar dalam perannya sebagai lembaga intermediasi. salah satu peran di sektor kredit, bank menyalurkan berbagai fasilitas kredit, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif. |
KHUSUS DIBACA |
| 15389 |
NOMOR PANGGIL: IS-2844 |
MENGURAI BENANG KUSUT BLBIPengarang: BANK INDONESIA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8086-25-2 Nomor Panggil: IS-2844 Kode Klasifikasi: 336 IND M Format: X+234 Hal ; 21 Cm Lokasi Rak Buku: RAK 3 300 LB 4 Ringkasan Buku : Buku Mengurai Benang Kusut BLBI membahas secara mendalam permasalahan yang kompleks terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang muncul setelah krisis ekonomi tahun 1997-1998 di Indonesia. BLBI adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah melalui Bank Indonesia untuk menyelamatkan perbankan nasional yang terdampak krisis, namun kemudian menjadi kontroversial karena adanya dugaan penyalahgunaan dana dan pengelolaan yang tidak transparan. |
TERSEDIA |
| 15390 |
NOMOR PANGGIL: IS-2845 |
MENGURAI BENANG KUSUT BLBIPengarang: BANK INDONESIA,Kategori: Buku Teks ISBN: 979-8086-25-2 Nomor Panggil: IS-2845 Kode Klasifikasi: 336 IND M Format: X+234 Hal ; 21 Cm Lokasi Rak Buku: RAK 3 300 LB 4 Ringkasan Buku : Buku Mengurai Benang Kusut BLBI membahas secara mendalam permasalahan yang kompleks terkait Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang muncul setelah krisis ekonomi tahun 1997-1998 di Indonesia. BLBI adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah melalui Bank Indonesia untuk menyelamatkan perbankan nasional yang terdampak krisis, namun kemudian menjadi kontroversial karena adanya dugaan penyalahgunaan dana dan pengelolaan yang tidak transparan. |
KHUSUS DIBACA |
-
Jumlah Record: 27006